Jambore Sahabat Anak

Jambore Sahabat Anak XV

Setiap Anak Indonesia BERHAK untuk BERMAIN

 

Sebanyak 1,100 anak jalanan dan 700 sukarelawan mengisi libur sekolah sambil mengkampanyekan hak bermain dalam Jambore Sahabat Anak (JSA) ke-15 yang diadakan hari Sabtu-Minggu 2-3 Juli 2011 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta. Kegiatan ini dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 23 Juli 2011.

 

JSA ke-15 diselenggarakan oleh Komunitas Sahabat Anak bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Acara perkemahan dua hari yang telah diselenggarakan sejak tahun 1997 ini, mengambil tema “Bermainlah Sahabatku”. Tujuannya mengajak masyarakat mendukung hak bermain bagi anak jalanan dan anak terlantar (anak marjinal).

 

Acara dibuka dengan tarian tradisional-modern siswa PKA Sahabat Anak (sekolah nonformal bagi remaja jalanan putus sekolah), dilanjutkan doa bersama, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan Janji JSA. Usai Ketua Panitia JSA XV Wenas Saputra menyampaikan Laporannya, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bpk. Margani Mustar menyerahkan secara simbolis bantuan kepada anak marjinal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Bersama dengan Wenas, artis Nia Ramadhani dan Sherina, beliau secara resmi membuka JSA XV dengan melepaskan balon warna-warni yang membawa pesan “BERMAINLAH SAHABATKU!” ke udara.

 

Setelah pembukaan, anak-anak dan para pendamping serta Keluarga Sahabat mengikuti sesi “Amazing Race”, berkeliling Kebon Binatang Ragunan. Sebanyak 29 kelompok tenda dibagi 3 jalur: Biru, Merah, dan Kuning dengan pos dan rute berbeda. Selain melihat hewan-hewan yang mungkin belum pernah dilihat sebelumnya, adik-adik juga menyelesaikan tantangan di setiap pos permainan.

 

Keceriaan bersama Keluarga Sahabat pun berakhir di sore hari dan para peserta berpindah tempat ke Bumi Perkemahan Ragunan. Perjalanan dilakukan dalam formasi “ular naga”, di mana kakak maupun adik saling berpegangan menuju lokasi perkemahan.

 

Sesampai di Buperta, peserta menghias tenda sambil bergantian mandi/istirahat. Kreativitas tinggi dalam menghadirkan hiasan dari asesoris sederhana yang pastinya merupakan wujud kekompakan kakak-kakak pendamping terlihat jelas pada hiasan tiap tenda. Semua tenda diberi nama permainan, di antaranya Ludo, Petak Umpet, Domikado, Congklak, Yoyo, Gasing, Benteng, dsb. Panggung malam diisi penampilan Band Luce yang patriotik, Jamus yang kocak, Indo Beat Box dengan teknik suara peniru musik techno, pendongeng Kak Reza serta Emily Laras yang menghibur peserta dan memberikan hadiah-hadiah untuk mereka yang berani tampil atau dapat menjawab pertanyaan.

 

Hari kedua Minggu pagi, diawali dengan senam bersama dipimpin Kak Yo. Setelah sarapan dan mandi, acara berlanjut ke sesi Funtastic Games, di mana peserta mengikuti 9 Pos Lomba yang dikreasikan oleh panitia, di antaranya Balap Krupuk, Tak Gendong, Pos Eksis, dll. Canda, tawa, yel-yel dan kadang teriakan kecewa terdengar dari berbagai penjuru Buperta saat tiap tenda bertanding untuk menjadi yang terbaik. Selepas makan siang, diadakan Workshop Bermain dan Berkreasi yang mengajarkan peserta membuat origami sendiri. Origami yang dihasilkan dibawa pulang sebagai cinderamata dari Jambore SA tahun ini.

 

Setelah makan siang dan berkemas, seluruh peserta berkumpul di lapangan menghadap panggung untuk Acara Penutupan. Meski acara 2 hari begitu padat dan melelahkan, keriangan para peserta setiap mendengar nama tendanya disebut sebagai pemenang lomba ataupun kategori tenda, menggema di area Ragunan. Tahun ini, gelar bergengsi Tenda Terbaik diraih oleh Gobak Sodor dari area Senen.

 

Penampilan dari Band Anak Panti Dwituna Rawinala menutup acara, sembari 29 area dipandu menuju bis masing-masing. Setelah itu para pendamping berkumpul di pendopo untuk sesi “Kedai Kopi”. Di sini voluntir-voluntir semakin tergugah dan terinspirasi dengan sharing dari Yayasan Elsafan (khusus tuna netra), sembari mengingatkan bahwa tiap adik yang mereka kenal selama Jambore ini juga merupakan makhluk yang berharga dan memiliki hak yang sama untuk kehidupan layak.

 

Semangat adik-adik dan para volunteer terlihat nyata selama 2 hari 1 malam. Di tengah kelelahan, mereka dengan gembira mengikuti rangkaian lomba dan permainan. Harapan Sahabat Anak adalah agar anak-anak Indonesia – termasuk anak marginal –  terpenuhi haknya untuk bermain dan mendapatkan kasih sayang. Kiranya melalui event ini, makin banyak pihak menyadari hal tersebut dan melakukan sesuatu untuk mereka.

 

=========

 

Natasha Roring

Humas Sahabat Anak

About bintanggemerlap

Blog ini dibuat untuk memberikan tips dan trik merawat anak, serta untuk mengembangkan budaya anak-anak kembali jaya contohnya dibidang lagu anak anak dan permainan anak-anak yang mungkin bisa dikatakan sudah hilang saat ini.

Posted on December 13, 2011, in My Post. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: