Pentingnya Gizi Ibu Hamil

Setiap orang tua pasti menginginkan calon buah hatinya bisa lahir sehat dan normal. Salah satu faktor penting yang berperanan dalam proses perkembangan janin selama sembilan bulan di dalam rahim adalah asupan gizi. Itulah pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi ibu hamil selama periode kehamilan berlangsung. Gizi yang baik dan seimbang akan membantu si ibu bisa menjalani masa kehamilan dengan sehat. Selain itu, bayi pun akan lahir sehat dan terhindar dari resiko kecacatan.
Apa saja kebutuhan gizi ibu hamil selama sembilan bulan masa kehamilan? Artikel ini akan mengupas lebih lanjut hal tersebut. Tercukupinya gizi ibu hamil harus dipastikan dari setiap jenis makanan yang ia konsumsi selama periode kehamilan. Kebutuhan gizi ibu hamil yang utama berupa kalori (didapatkan dari lemak dan karbohidrat), protein, kalsium, zat besi, asam folat, zinc (seng), vitamin (khususnya vitamin A, B1, B2, B6, B12, D, E), dan mineral. Khusus untuk vitamin A dan D harus dikonsumsi dengan takaran yang tepat sebab bila dikonsumsi melebihi kebutuhan justru bisa mengganggu perkembangan janin.
Bila kebutuhan gizi ibu hamil tidak tercukupi selama periode kehamilan, maka sejumlah resiko yang mungkin terjadi antara lain sebagai berikut:

(1) Kekurangan asupan gizi pada trimester pertama bisa menyebabkan kematian janin, bayi lahir prematur, dan menyebabkan kelainan sistem syaraf pusat.


(2) Kekurangan zat besi dan asam folat akan menyebabkan anemia pada ibu. Bahkan bisa menyebabkan keguguran dan cacat bawaan pada bayi.


(3) Resiko lain dari tidak tercukupinya kebutuhan gizi ibu hamil adalah terjadinya pendarahan, tidak terjadi penambahan berat badan selama masa kehamilan, dan juga terkena infeksi.


(4) Menghambat proses persalinan seperti prematur, pendarahan pasca persalinan, dan meningkatkan resiko persalinan tidak spontan (melalui operasi).


(5) Bisa menyebabkan bayi lahir mati, cacat bawaan, abortus (istilah untuk keguguran pada trimester pertama), anemia, asfiksia intra partum (bayi mati di dalam kandungan), kematian neo natal (umur 0 hingga 28 hari pasca kelahiran), dan berat lahir bayi rendah.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi status gizi ibu hamil yakni dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA), mengukur jumlah Hb serta memantau pertambahan berat badan ibu hamil secara periodik selama masa kehamilan. Pada trimester pertama, pertambahan berat badan umumnya kurang dari satu kilogram. Pada trimester kedua bertambah sekitar tiga kilogram dan trimester ketiga sekitar enam kilogram.

About bintanggemerlap

Blog ini dibuat untuk memberikan tips dan trik merawat anak, serta untuk mengembangkan budaya anak-anak kembali jaya contohnya dibidang lagu anak anak dan permainan anak-anak yang mungkin bisa dikatakan sudah hilang saat ini.

Posted on December 29, 2011, in My Post and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: